Kehadiran media massa sesungguhnya menjalankan dua fungsi utama berkaitan dengan ekonomi dan komunikasi. Untuk mendukung fungsi komunikasi, media massa berupaya menyajikan berbagai informasi yang penting dan berguna untuk kepentingan publik. Dalam kaitan ini, kerap media diposisikan sebagai “kekuatan keempat”, disamping Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif. Tentu, dalam mendukung fungsi komunikasinya itu, media pun menjalankan fungsi lainnya: menyajikan informasi, hiburan, pengetahuan yang perlu diketahui masyarakat.

Dalam menjalankan prinsip-prinsip komunikasi apalagi menjadi “pengawas” kehidupan masyarakat,  para pengelola media harus dibekali pengetahuan serta pemahaman akan etika jurnalistik. Sehingga, media dan       para awak journalistmampu menjalankan tugas-tugasnya secara profesional demi terwujudnya kepentingan publik serta masyarakat luas. Dewasa ini, muncul group-group media yang mengelola berbagai media: cetak, elektronik maupun media online. Fenomena ini jelas membuktikan, secara ekonomi pun media tumbuh menjadi industri yang sangat meyakinkan, yang mampu memberikan keuntungan sangat besar bagi para pengelolanya.

 

Secara komunikasi, media tumbuh dan berkembang pesat secara kuantitatif. Dari perspektif komunikasi, tentu akan membuka ruang yang sangat bebas, luas, bagi setiap individu untuk menjalin komunikasi ataupun  mengakses informasi. Masyarakat akan semakin memiliki kebebasan memilih dan menentukan, media mana yang disukai dan mana yang dihindari.

Implikasi buat Humas

Perkembangan media massa tentu akan membawa tantangan dan peluang tersendiri bagi para Humas termasuk membantu seluruh kegiatan Humas dalam menjalankan fungsi komunikasi.

Tapi pada sisi lain, media pun bisa menjadi “batu sandungan” yang bisa jadi merepotkan pengelola organisasi, manakala Humas tidak mampu merancang sebuah proses komunikasi kehumasan yang baik, yang mampu melahirkan dukungan terhadap kegiatan Humas atau organisasi secara keseluruhan. Pertanyaan kemudian, bagaimana menjalin hubungan dengan berbagai media yang semakin banyak?

 

Salah satu hal yang paling penting yang harus dilakukan Humas adalah membuat pemetaan       terhadap institusi media massa. Pemetaan ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik media massa berdasarkan segmen khalayak, yang dituju berbagai media tersebut. Selain itu, pemetaan pun bisa berguna untuk mengetahui jenis informasi yang biasa disajikan setiap media, sesuai dengan target khalayak. Selain melakukan pemetaan terhadap media, yang tidak kalah penting adalah membina hubungan yang baik secara intensif dan terencana dengan berbagai pihak yang bekerja pada industri media tersebut. Pertemuan atau interaksi secara rutin dengan para journalist yang bekerja pada setiap media, merupakan suatu langkah yang bermanfaat, demi terjalinnya hubungan yang baik. Tidak dapat disangkal, kemampuan menjalin hubungan dengan media merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki praktisi Humas.

    

Salam,

Prita Kemal Gani,MBA.,MCIPR.,APR

Ketua Umum BPP PERHUMAS