
Autisme adalah suatu gangguan neurobiologis yang terjadi pada anak di bawah umur 3 tahun. Gejala yang tampak adalah gangguan dalam bidang perkembangan: perkembangan interaksi dua arah, perkembangan interaksi 2 arah serta perkembangan perilaku. Bagaimanapun perlu dicermati bahwa autisme BUKANLAH penyakit mental.
Autisme bisa terjadi kepada siapa saja, tidak mengenal keadaan sosial ekonomi serta latar belakang intelektual keluarga, budaya serta bangsa.
Autisme lebih sering dialami oleh anak laki-laki daripada anak perempuan. Perbandingan antara anak laki-laki dan anak perempuan yang mengalami autisme adalah 4:1. Kecerdasan anak-anak autisme sangat bervariasi, dari yang sangat cerdas sampai yang sangat kurang cerdas dan beberapa diantaranya bahkan memiliki bakat khusus tertentu.
Walaupun autisme telah ditemukan sejak tahun 1943, namun autisme masih belum begitu dipahami. Individual dengan autisme sering terlihat menyendiri, lucu atau “buta” terhadap orang sekelilingnya. Mereka mungkin juga melakukan hal-hal aneh seperti mengepak-ngepak tangannya atau membuat suara-suara aneh tanpa mempedulikan apa pendapat orang lain disekelilingnya. Kelakuan mereka bisa mendapatkan reaksi negatif dari orang-orang yang tidak mengerti mengapa individual dengan Autis seringkali melakukan hal-hal yang tidak lazim tersebut.
Sebagai tambahan, bentuk fisik mereka yang normal dan tanpa kekurangan, membuat orang-orang yang tidak mengerti bahwa mereka memiliki kekurangan tambah merasa aneh. Tidak ada individual dengan Autis yang sama persis fisiknya, namun mereka pada umumnya memiliki ciri-ciri yang sama.
Setiap anak selalu berbeda-beda, namun seseorang dengan autisme mempunyai 3 karakteristik sebagai berikut:
- Kesulitan untuk berkomunikasi sosial
Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi baik secara verbal maupun non-verbal secara 2 arah atau tmbal balik. Contohnya, mereka tidak terlalu memahami bahasa tubuh, ekspresi muka atau nada suara.
- Kesulitan untuk interaksi sosial
Mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Contohnya menolak atau menghindar untuk bertatap muka, tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang. Keengganan untuk berinteraksi lebih nyata pada anak sebaya dibandingkan terhadap orang tuanya
- Kesulitan untuk berperilaku
Mengalami kesulitan dalam berperilaku. Contohnya seperti tidak mengerti cara bertingkah laku, berperilaku monoton dan melakukan gerakan yang sama berulang ulang selama beberap jam. Anak dapat terlihat hiperaktif sekali, tidak dapat diam, lari kesana sini, melompat – lompat, berputar – putar, memukul benda berulang – ulang, namun dapat juga anak terlalu diam.
Meskipun demikian, banyak sekali didapati anak-anak dengan autisme mempunyai salah satu kekuatan dalam:
- Daya ingat yang kuat, seperti: mengingat foto, angka atau hal lain
- Keahlian dalam komputer, musik dan menggambar
- Dll







